Rabu, 01 Juli 2009

BAHAN AJAR EKONOMI KELAS X

BAB II
KEGIATAN EKONOMI KONSUMEN DAN PRODUSEN


I. Perilaku Konsumen dan Produsen dalam kegiatan ekonomi
Perilaku Konsumen
1. Pengertian dan tujuan Konsumsi.
Konsumsi adalah kegiatan konsumen yang bertujuan menghabiskan atau mengurangi kegunaan benda /jasa dalam rangka pemenuhan kebutuhan.
Contoh konsumsi yang menghabiskan kegunaan benda : makan, minum, merokok dll
Contoh konsumsi yang mengurangi kegunaan benda : berpakaian, menggunakan komputer
Pemakaian benda/jasa tidak selamanya termasuk konsumsi tetapi bisa termasuk produksi Ciri-ciri pemakaian benda termasuk kegiatan konsumsi :
a. benda yang dikonsumsi adalah benda yang diperoleh dengan pengorbanan, jika benda yang dipakai adalah gratis, bukanlah kegiatan konsumsi.
b. benda yang dikonsumsi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup
c. manfaat, nilai ataupun volume benda akan habis sekaligus atau berkurang setiap kali dipakai

Tujuan kegiatan konsumsi :
a. mengurangi guna barang / jasa secara bertahap
b. menghabiskan guna barang sekaligus
c. memuaskan kebutuhan secara fisik
d. memuaskan kebutuhan rohani.

2. Manfaat dan nilai barang
Nilai adalah kemampuan suatu benda/jasa untuk memenuhi kebutuhan dan untuk ditukarkan dengan benda lain.
Macam-macam nilai :
a. Nilai pakai, yaitu kemampuan benda untuk memenuhi kebutuhan hidup. Nilai pakai dibedakan menjadi dua yaitu :
à nilai pakai subyektif, yaitu nilai pakai benda yang diberikan oleh seseorang atas
kemampuan benda untuk memenuhi kebutuhannya.
à nilai pakai obyektif, yaitu nilai pakai benda yang dipandang dari benda itu sendiri
b. Nilai tukar, yaitu kemampuan benda untuk ditukarkan dengan benda lain. Nilai tukar dibedakan menjadi dua yaitu :
ª nilai tukar subyektif, yaitu nilai tukar benda yang ditentukan oleh pemilik benda.
ª Nilai tukar obyektif, yaitu nilai tukar benda yang ditentukan oleh benda yang ditukarkan
Teori nilai
I. Teori nilai obyektif
Dasar penyusunan teori nilai obyektif :
a. bagaimana terjadinya barang ?
b. apakah barang mempunyai guna pakai dan guna tukar ?
c. bagaimana pandangan produsen terhadap barang produksinya ?
Beberapa teori nilai obyektif dan pelopornya :
1. Teori nilai biaya produksi, pelopor Adam Smith
Pendapatnya : tinggi rendahnya nilai benda ditentukan oleh jumlah biaya produksi yang dikeluarkan untuk memproduksi benda tersebut.
Contoh :






2. Teori nilai biaya produksi tenaga kerja, pelopor David Ricardo
Pendapatnya : tinggi rendahnya nilai benda ditentukan oleh jumlah biaya produksi untuk tenaga kerja baik tenaga manusia maupun tenaga mesin/alat- alat.
Contoh :




3. Teori nilai biaya reproduksi, pelopor Carey
Pendapatnya : tinggi rendahnya nilai benda ditentukan oleh jumlah biaya produksi yang terakhir sekali dikeluarkan produsen.
Contoh :




4. Teori nilai pasar, pelopor Humme dan Lock
Pendapatnya : tingggi rendahnya nilai benda ditentukan oleh kekuatan pasar yaitu permintaan dan penawaran
Contoh :




5. Teori nilai tenaga kerja rata-rata dalam masyarakat dan teori nilai lebih, Karl Marx
Teori nilai tenaga kerja rata-rata dalam masyarakat :
Pendapatnya : nilai tukar suatu barang ditentukan oleh tenaga kerja pukul rata dalam masyarakat dan tenaga kerja merupakan sumber nilai.
Teori nilai lebih, ia berpendapat : tenaga kerja dibayar oleh majikan lebih rendah harga jual barang yang dihasilkan oleh buruh tersebut.
II. Teori nilai subyektif
Dasar penyusunan teori nilai subyektif :
1. guna pakai barang untuk memuaskan kebutuhan manusia
2. intensitas kebutuhan konsumen
3. jumlah persediaan barang yang dimiliki

Para pelopor teori nilai subyektif :
a. H.H. Gossen
Gossen berbicara tentang cara pemenuhan kebutuhan yang dijelaskan melalui hukumnya, yaitu :
1. Hukum Gossen I
Hukum Gossen I menjelaskan cara pemenuhan kebutuhan secara vertical
Pendapatnya : Manusia dalam memenuhi kebutuhan pada awalnya memperoleh nilai kepuasan yang semakin naik sampai titik kepuasan maksimal, sesudah itu nilai kepuasan akan semakin menurun hingga nol bahkan di bawah nol
Contoh :











Hukum Gossen I ini memiliki kelemahan-kelemahan, yaitu :
a. tidak dapat diterapkan pada benda yang dapat memabukkan
b. tidak dapat diterapkan pada benda koleksi
c. manusia memenuhi kebutuhannya tidaklah satu persatu, melainkan beberapa kebutuhannya dipenuhi secara sekaligus

2. Hukum Gossen II
Hukum Gossen II menjelaskan cara pemenuhan kebutuhan secara vertical sekaligus horizontal, yang kemudian dikenal dengan hokum keharmonisan.
Pendapatnya : Manusia selalu berusaha memenuhi kebutuhannya yang beraneka ragam hingga mencapai nilai kepuasan yang sebanding/harmonis.




3. Perilaku Konsumen
Perilkau konsumen adalah sikap konsumen dalam memenuhi kebutuhannya yang disesuaikan dengan pendapatannya
Seorang konsumen dihadapkan pada kebutuhan-kebutuhannya yang harus dipenuhi dan dihadapkan pada tingkat harga yang harus dibayar dengan penghasilan yang terbatas.
Perilaku konsumen dipengaruhi oleh :
a. factor individual
bakat, minat, selera, sifat dan motivasi masing-masing orang berbeda-beda, hal ini membuat pola konsumsi setiap orang berbeda.
b. factor ekonomi
lingkungan fisik, kekayaan yang dimiliki, harapan akan penghasilan di masa depan, jumlah anggota keluarga, kredit, semuanya itu akan mempengaruhi pola konsumsi setiap orang.
c. factor sosial
manusia hidup bersama orang lain dan hidup dalam lingkungan sosial serta harus beradaptasi. Hal ini akan mempengaruhi pola konsumsi setiap orang
d. factor kebudayaan
kebiasaan yang terjadi dalam agama dan kebudayaan dapat mempengaruhi pola konsumsi setiap orang

4. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tingkat konsumsi :
a. pendapatan, semakin besar pendapatan semakin banyak pengeluaran untuk konsumsi dan sebaliknya.
b. harga barang dan jasa, jika harga semakin mahal tingkat konsumsi dikurangi dan seba- liknya.
c. kebiasaan konsumen, jika pola hidup konsumen adalah konsumerisme maka konsumsi akan tinggi dan jika pola hidup konsumen sederhana maka konsumsi rendah.
d. adat-istiadat, tingkat konsumsi masyarakat sangat dipengaruhi oleh adapt kebiasaan daerah setempat
e. mode barang, tingkat konsumsi masyarakat tinggi atau rendah bergantung sikap konsu- men terhadap mode barang.
f. barang substitusi, ada tidaknya barang pengganti barang lain dapat mempengaruhi ting- kat konsumsi masyarakat.

II. Perilaku Produsen
Pengertian dan tujuan produksi
Produksi adalah setiap usaha manusia untuk menambah nilai guna barang dan menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan.
Contoh produksi yang menambah nilai guna benda : menggiling padi, membuat baju dll
Contoh produksi yang menghasilkan barang : menanam padi dll.

Bidang-bidang produksi
a. bidang ekstraktif à kegiatan produksi yang langsung mengambil hasil dari alam. Misalnya: pertambangan, perikanan laut dll.
b. bidang agraris à kegiatan produksi yang didahului dengan pengolahan tanah dan air. Misalnya : peternakan, pertanian, perikanan darat dll.
c. bidang industri à kegiatan produksi yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku, bahan baku menjadi barang jadi, termasuk perbaikan dan perakitan.
Misal : industri, bengkel, peakitan mobil dll.
d. bidang perdagangan à kegiatan pemasaran barang/jasa supaya lebih berguna.
e. bidang jasa à kegiatan yang menghasilkan jasa yang berguna untuk menunjang kelancar- an usaha bidang produksi yang lain.
Misal : perbankan, pergudangan, asuransi, transportasi dll

Tahap-tahap Produksi
Kelima bidang produksi tersebut di atas dapat dikelompokkan menjadi tiga tahap produksi :
a. Tahap produksi primer : tahap produksi yang menghasilkan bahan mentah/bahan dasar. Tahap ini meliputi bidang ekstraktif dan agraris.
b. Tahap produksi sekunder : tahap produksi yang menghasilkan bahan baku dan barang jadi. Tahap ini meliputi bidang industri dan kerajinan.
c. Tahap produksi tertier : tahap produksi yang menghasilkan jasa untuk bidang usaha lain- nya. Tahap ini meliputi perdagangan dan bidang jasa.


Tujuan kegiatan produksi :
a. menjaga kesinambungan usaha perusahaan
b. meningkatkan keuntungan perusahaan
c. meningkatkan jumlah, mutu dan modal produksi
d. memenuhi kebutuhan masyarakat

Faktor produksi
Faktor produksi adalah alat dan semua benda yang dapat dipakai untuk menciptakan dan menambah daya guna barang/jasa.
Macam-macam factor produksi :
a. factor produksi asli, terdiri dari :
1. factor produksi sumber daya alam (SDA) à semua kekayaan alam yang terdapat di alam dan dapat dimanfaatkan dalam proses produksi.
Misal : air, udara, tanah, sinar matahari, tumbuh-tumbuhan dll
2. factor produksi sumber daya manusia (SDM) à semua tenaga kerja insani yang melaksanakan proses produksi baik secara langsung maupun tidak langsung.
Faktor produksi tenaga kerja dibedakan :
a. menurut sifatnya :
1. tenaga kerja rohani, jenis tenaga kerja yang melakukan pekerjaan lebih
banyak menggunakan perasaan dan pikiran. Misal : guru, dokter, manager, akuntan dll
2. tenaga kerja jasmani, jenis tenaga kerja yang melakukan pekerjaan lebih banyak menggunakan tenaga fisiknya. Misal : tukang batu, kuli pelabuhan dll

b. menurut kualitasnya :
1. tenaga kerja terdidik, jenis tenaga kerja yang diperoleh melalui pendidikan yang teratur dan mendalam, sehingga ahli dibidang tertentu. Misal : dosen, arsitek dll
2. tenaga kerja terampil / terlatih, jenis tenaga kerja yang diperoleh melalui banyak latihan dan pengalaman sehingga mahir dibidangnya. Misal : bengkel, sopir, dll
3. tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih, jenis tenaga kerja yang diperoleh tanpa melalui pendidikan dan latihan. Misal : tukang parker, penyapu jalan.

b. Faktor produksi turunan, terdiri dari :
1. Faktor produksi sumber daya modal à hasil produksi barang/alat yang diperguna- kan dalam menghasilkan barang lain.
Fungsi factor produksi modal adalah untuk memacu proses produksi dan penunjang proses produksi barang/jasa.
Faktor produksi modal dibedakan :
a. menurut sifatnya :
1. modal tetap yaitu modal yang dapat dipakai berulang kali dalam proses produksi. Misal :
2. modal lancer yaitu modal yang hanya dapat dipakai sekali saja dalam proses produksi. Misal :
3. modal liquid yaitu modal yang dapat memperlancar proses produksi.
Misal :
b. menurut bentuknya :
1. modal konkret yaitu modal yang dapt dilihat. Misal :
2. modal abstrak yaitu modal yang tidak dapat dilihat. Misal :
c. menurut sumbernya :
1. modal sendiri yaitu modal yang sumbernya berasal dari pemilik perusahaan
2. modal pinjaman yaitu modal yang sumbernya berasal dari kreditor
d. menurut subyeknya :
1. modal individu yaitu modal yang dimiliki oleh seseorang dan dijadikan sebagai sumber penghasilannya. Misal :
2. modal masyarakat yaitu modal yang dimiliki oleh masyarakat yang dipakai untuk menghasilakn barang/jasa untuk kepentingan seluaru masyarakat.
Misal :

2. Faktor produksi skill/pengusaha/entrepreneur à orang yang mengatur dan mengombinasikan factor-faktor produksi lainnya dalam rangka meningkatkan proses produksi secara efektif dan efisien.


Fungsi produksi
Dalam kegiatan produksi terdapat dua hal yang mempunyai hubungan sebab akibat atau fungsional antara input yang berupa factor-faktor produksi dengan output yang berupa hasil produksi (barang/jasa). Hubungan fungsional input dengan output disebut fungsi produksi.

Proses produksi
Input
Output




SDA barang
SDM/TK perusahaan/ jasa
Modal industri
Skill

Fungsi produksi berupa persamaan yang menunjukkan hubungan antara input dengan output, yang dinotasikan :
Q = f ( C, L, R, T )


Dimana : Q = Output/jumlah produksi f = symbol persamaan fungsi C = Capital/modal L = Labour/ tenaga kerja
R = Resources/SDA T = Teknologi/kewirausahaan

Teori produksi dan hukum produksi marginal yang semakin menurun
a. Teori produksi
Teori produksi merupakan penjelasan mengenai dinamika hubungan input dengan output.
Dari teori produksi diperoleh gambaran mengenai :
1. produksi marginal yaitu setiap ada tambahan factor produksi akan terjadi penambahan output.
Produksi marginal =

2. produksi total yaitu seluruh hasil produksi dari hasil proses produksi
3. produksi rata-rata yaitu produksi total dibagi factor produksi tenaga kerja

Produksi rata-rata =


b. Hukum produksi marginal yang semakin menurun (The Law of Diminishing Marginal Return/ LDR).
Pelopor : David Ricardo
Pendapatnya : penambahan factor produksi dalam proses produksi akan meningkatkan total produksi sampai tingkat tertentu dan jika penambahan factor produksi dilanjutkan maka produksi marginal akan menurun hingga titik negative.
Contoh :
Jumlah
Tenaga kerja
Produksi
total
Produksi
Marginal
Produksi
Rata-rata
2
800
-
400
3
1500
700
500
4
2400
900
600
5
3250
850
650
6
4050
800
675
7
4700
650
671,43
8
5200
500
650
9
5400
200
600
10
5400
0
540

Keteraangan :
1. produksi total meningkat terus dengan adanya penambahan jumlah tenaga kerja.
2. produksi marginal meningkat sampai jumlah tenaga kerja 4 orang, setelah itu produksi marginal menurun dengan penambahan jumlah tenaga kerja.



Perluasan produksi
Perluasan produksi adalah usaha meningkatkan jumlah dan kualitas barang yang diproduksi. Alasan perluasan produksi :
a. kebutuhan manusia terus bertambah karena pertambahan jumlah penduduk dan perkembangan IPTEK serta kemajuan peradaban manusia.
b. Barang-barang yang dikonsumsi banyak yang aus, rusak, habis sehingga perlu diganti dengan yang baru
c. Manusia ingin meningkatkan taraf hidupnya/kemakmurannya.

Perluasan produksi dapat dilakukan dengan cara :
1. intensifikasi yaitu perluasan produksi dengan cara meningkatkan produktivitas factor-faktor produksi yang dimiliki.
Misal :

2. ekstensifikasi yaitu perluasan produksi dengan cara menambah jumlah factor-faktor produksi yang baru.
Misal :
III. Pelaku kegiatan ekonomi
Pelaku kegiatan ekonomi adalah pihak-pihak yang melakukan kegiatan ekonomi.
Pelaku kegiatan ekonomi dikelompokkan menjadi :
1. Rumah Tangga Konsumen (RTK),
Rumah Tangga Konsumen adalah bagian masyarakat baik individu atau kelompok yang mengkonsumsi barang/jasa guna memenuhi kebutuhan dan pihak yang memiliki faktor-faktor produksi.
Peranan RTK atau konsumen antara lain :
1. sebagai pemasok atau penyedia faktor produksi.
a. menawarkan factor-faktor produksi berupa : sumber daya alam, sumber daya manusia/ tenaga kerja, modal dan keahlian/skill.
b. menerima balas jasa dari rumah tangga lain berupa : sewa, upah/gaji, bunga modal dan laba usaha.

2. Sebagai konsumen atau pemakai barang/jasa.
- membeli barang/jasa hasil produksi rumah tangga lain untuk
memenuhi kebutuhannya.
- membayar barang/jasa yang digunakannya kepada rumah
tangga lain yang menghasilkan barang

2. Rumah Tangga Produsen (RTP),
Rumah Tangga Produsen adalah bagian masyarakat baik individu maupun kelompok, swasta nasional maupun asing, pemerintah maupun luar negeri yang menghasilkan barang/jasa.
Peranan RTP antara lain :
a. Sebagai pengguna factor produksi
- meminta/membeli factor produksi berupa : sumber daya alam, sumber daya manusia/ tenaga kerja, modal dan keahlian/skill.
- membayar balas jasa atas factor produksi yang dipakai kepada RTK berupa : sewa, upah/gaji, bunga modal dan laba usaha.
b. Sebagai produsen atau penghasil barang/jasa.
- memproduksi barang/jasa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga lainnya.
- menjual barang/jasa hasil produksinya kepada rumah tangga lain
- menerima hasil penjualan barang/jasa.

c. Sebagai agen pembangunan
- berperan membantu pemerintah dalam kegiatan pembangunan, misalnya : membuka lapangan kerja, membangun infrastruktur, mensejahterakan karyawan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dll.
- diharapkan mampu berkembang seiring dengan perkembangan jaman.





3. Rumah Tangga Negara (RTN) atau Pemerintah.
Rumah Tangga Negara adalah rumah tangga yang melakukan kegiatan ekonomi karena erat kaitannya dengan pengaturan, penstabilan dan pengembangan kegiatan ekonomi masya-rakat.
Pemerintah sebagai pelaku kegiatan ekonomi berkewajiban memberikan bimibingan, pengarahan dan menciptakan iklim yang sehat bagi perkembangan dunia usaha
Peranan Rumah Tangga Negara antara lain :
a. Sebagai produsen/pnghasil barang/jasa
- memproduksi barang/jasa yang vital bagi kepentingan umum dengan menjalankan
berbagai BUMN dalam berbagai bidang usaha.
- menjual barang/jasa hasil produksinya kepada masyarakat.
- menerima hasil penjualan barang/jasa.
b. Sebagai konsumen/pemakai barang/jasa.
- membeli barang/jasa hasil produksi rumah tangga lain untuk memperlancar dalam menjalankan tugas-tugasnya.
- menggunakan factor produksi dari RTK untuk memproduksi barang/jasa yang vital.
- membayar barang/jasa yang dipakainya dan membayar balas jasa atas factor produksi yang dipakainya.

c. Sebagai pengatur kegiatan ekonomi.
- mengatur lalu lintas perekonomian untuk menjaga stabiltas ekonomi
- mencegah terjadinya kekacauan dan hal-hal yang dapat merugikan rakyat banyak.
Untuk merealisaikan kedua hal tersebut pemerintah membuat UU dan PP, melakukan pengawasan, menetapkan kebijakan fiscal dan moneter.

4. Rumah Tangga Luar Negeri (RTLN),
Rumah tangga luar negeri adalah rumah tangga yang menjalankan perekonomian secara internasional diberbagai sector usaha.
Peranan Rumah Tangga Luar Negeri antara lain :
a. melakukan ekspor-impor barang/jasa
- ekspor barang/jasa hasil produksinya ke Luar Negeri mendatangkan/menerima devisa bagi negara.
- impor barang/jasa dari luar negeri untuk memenuhi kebuthan dalam negeri sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat. Impor dibayar dengan devisa negara.
b. pertukaran tenaga kerja.
Negara yang dengan negara yang lain dapat melakukan saling tukar tenaga kerja, ini juga dapat mendatangkan devisa bagi negara.
c. penanaman modal atau investasi.
Penanaman modal antar negara dapat mendatangkan keuntungan bagi kedua belah pihak. Negara yang menanamkan modal akan memperoleh bunga, sedangkan negara yang meneima investasi dapat meningkatkan kegiatan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja baru.
d. pinjaman
Negara yang kelebihan dana dapat meminjamkan ke negara yang kekurangan dana untuk mengatasi masalah perekonomian.
e. bantuan.
Setiap negara sewaktu-waktu membutuhkan bantuan dari negara lain, karena situasi tertentu misalnya bencana alam.

IV. Arus lingkar kegiatan ekonomi (circular flow diagram ).
Arus lingkar kegiatan ekonomi atau diagram interaksi pelaku kegiatan ekonomi adalah diagram yang menggambarkan hubungan timbal balik antara pelaku kegiatan ekonomi yang satu dengan pelaku kegiatan ekonomi yang lain.
Dalam arus lingkar kegiatan ekonomi terdapat gambaran aliran atau perputaran arus uang dan arus barang/jasa dari pelaku kegiatan ekonomi yang satu ke pelaku kegiatan ekonomi yang lain secara timbal balik.
Berdasarkan pelaku ekonomi yang terlibat dalam arus lingkar kegiatan ekonomi, perekonomian ada 3 jenis yaitu :

1. perekonomian sederhana, adalah gambaran aliran uang dan barang/jasa di antara dua pelaku ekonomi yaitu Rumah Tangga Produsen (RTP) dan Rumah Tangga Konsumen (RTK). Interaksi yang terjadi antar dua pelaku ekonomi yaitu RT K dan RTP yaitu :
a. arus faktor produksi dari RTK ke RTP melalui pasar faktor produksi
b. arus balas jasa/uang (sewa, upah/gaji, bunga dan laba usaha) ke RTK dari RTP
c. arus barang/jasa dari RTP ke RTK melalui pasar output atau barang
d. arus uang berupa hasil penjualan barang/jasa ke RTP dari RTK
Ciri-cirinya :
a. kegiatan ekonomi hanya dilakukan oleh RTP dan RTK saja.
b. pendapatan habis untuk membeli barang/jasa, tabungan tidak ada.
c. stok barang di tangan produsen tidak ada karena barang/jasa terjual semua
d. semua hasil penjualan barang oleh produsen dipakai untuk membayar faktor produksi yang dipakai
e. produsen tidak melakukan investasi modal.

Gambar :











2. perekonomian tertutup, adalah gambaran aliran uang dan barang/jasa di antara tiga pelaku ekonomi yaitu Rumah Tangga Produsen (RTP), Rumah Tangga Konsumen (RTK) dan Rumah Tangga Negara (RTN). Interaksi yang terjadi antar tiga pelaku ekonomi yaitu RTK, RTP dan RTN yaitu :
a. arus faktor produksi dari RTK ke RTP dan RTN melalui pasar faktor produksi
b. arus balas jasa/uang (sewa, upah/gaji, bunga dan laba usaha) ke RTK dari RTP dan RTN
c. arus barang/jasa dari RTP ke RTK dan RTN melalui pasar output atau barang
d. arus uang berupa hasil penjualan barang/jasa ke RTP dari RTK dan RTN
f. arus pembayaran pajak dari RTK dan RTP ke RTN
g. arus tabungan dari RTK à badan keuangan à investor à RTP dan tabungan RTN untuk proyek pembangunan, subsidi dan pembelian barang, serta tabungan RTP untuk menambah modal
Ciri-cirinya :
a. pelaku ekonomi melibatkan tiga rumah tangga yaitu RTK, RTP dan RTN
b. penerimaan uang oleh RTP berasal dari hasil penjualan barang ke RTK dan RTP
c. pengeluaran RTP ke RTN untuk pajak dan ke RTK untuk membayar balas jasa atas faktor produksi
d. pendapatan RTK bersumber dari RTN dan RTP
e. pengeluaran RTK ke RTN untuk pajak dan ke RTP untuk membeli barang/jasa dan untuk ditabung
f. penerimaan pajak oleh pemerintah bersumber dari RTK dan RTP
g. pengeluaran pemerintah ke RTP untuk membeli barang dan ke RTK membayar gaji.

Gambar :












3. perekonomian terbuka, adalah gambaran aliran uang dan barang/jasa di antara empat pelaku ekonomi yaitu Rumah Tangga Produsen (RTP), Rumah Tangga Konsumen (RTK), Rumah Tangga Negara (RTN) dan Rumah Tangga Luar Negeri (RTLN). Interaksi keempat pelaku ekonomi/rumah tangga tersebut sebagai berikut :
a. arus faktor produksi (SDA, SDM, Modal dan keahlian) dari RTK ke RTP, RTN dan RTLN melalui pasar faktor produksi
b. arus balas jasa (sewa, upah/gaji, bunga modal dan laba usaha) dari RTP, RTN dan RTLN ke RTK
c. arus barang/jasa dari RTP ke RTK, RTN dan RTLN melalui pasar barang/output.
d. arus uang hasil penjualan barang/jasa ke RTP dari RTK, RTN dan RTLN
e. arus pembayaran pajak dari RTK, RTP dan RTLN ke RTN
f. arus tabungan dari RTK à badan keuangan à investor à RTP dan tabungan RTN untuk proyek pembangunan, subsidi dan pembelian barang, serta tabungan RTP untuk menambah modal
g. arus barang/jasa dari RTN ke RTP, RTK dan RTLN melalui pasar barang
h. arus uang hasil penjualan barang/jasa ke RTN dari RTK, RTP dan RTLN
i. arus barang/jasa dari RTLN ke RTK, RTP dan RTN melalui pasar barang
j. arus uang hasil penjualan barang/jasa ke RTLN dari RTK, RTN dan RTP
ciri-cirinya :
1. kegiatan ekonomi melibatkan empat rumah tangga yaitu RTK, RTP, RTN dan RTLN
2. pendapatan RTK bersumber dari RTN, RTP dan RTLN
3. pengeluaran uang oleh RTK ke RTN untuk pajak, ke RTP pembelian barang/jasa, ke RTLN atas pembelian barang/jasa impor dan untuk ditabung
4. penerimaan pajak oleh pemerintah bersumber dari RTK, RTP dan RTLN
5. pengeluaran pemerintah ke RTP untuk membeli barang dan ke RTK membayar gaji, serta membayar barang impor ke RTLN
6. penerimaan RTP dari hasil penjualan barang ke RTK, RTN dan RTLN
7. pengeluaran uang oleh RTP ke RTN untuk pajak, ke RTK untuk balas jasa faktor produksi dan ke RTLN untuk barang impor

Gambar :













Soal latihan.
1. Carilah gambar RTK, RTP, RTN dan RTLN di Koran, kemudian buatlah interaksi antar rumah tangga pada perekonomian : sederhana, tertutup dan terbuka !

2. Isilah kolom-kolom pada table berikut ini tentang hubungan antara :

hubungan
Kegiatan
hubungan
kegiatan
RTK è RTP



RTP è RTLN


RTK è RTN



RTN è RTP


RTK è RTLN



RTN è RTK


RTP è RTK



RTN è RTLN


RTP è RTN



RTLN è RTP


RTLN è RTK



RTLN è RTN



3. Isilah kolom-kolom pada table berikut ini tentang pertemuan antar rumah tangga di dua pasar yang berbeda !

Pasar factor produksi
Jenis rumah tangga
Pasar barang/output

RTP sebagai …….




RTK sebagai ………




RTN sebagai ……….




RTLN sebagai ……..


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar